+62 21 38433607 info@mfi.or.id
  • Selamat datang di Masyarakat Fotografi Indonesia

    Masyarakat Fotografi Indonesia adalah organisasi nirlaba yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam dunia fotografi - yaitu praktisi fotografi, akademisi, bisnis dan pemerintah.

  • MFI

    Masyarakat Fotografi Indonesia merupakan wadah yang berperan memayungi, mendorong kerjasama dan koordinasi antar para pemangku kepentingan - baik perseorangan maupun segala bentuk perkumpulan, komunitas, asosiasi profesi fotografi dan lain sebagainya - untuk mengembangkan sektor fotografi di Indonesia.

  • MFI

    Masyarakat Fotografi Indonesia sebagai organisasi nasional yang akan menyuarakan kepentingan para pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional.

Creative Economy Industry

Photography Sub-Sector

An industry that encourages the use of individual creativity in producing images of an object using photographic devices , including media recorder light , file storage media , and the media that displays information to create wealth and employment opportunities.

Mari Elka Pangestu

Mari Elka Pangestu

Minister of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia 2011-2014

Official Letter from Chairman of The Board

Educational Institutions

((Non/-)Formal Education
Private Lesson
University
Extracurricular

Photographic Practitioners

Professional
Amateur
Journalist
(Non/-)Career

Government

Ministry
Non-Ministry

Business

Photo Store
Agency
Manufacture
Studio
Event Organizer

Sigit Pramono

Chairman of The Board of Supervisors

Sigit Pramono (Kabupaten Batang, Jawa Tengah 14 November 1958) adalah seorang bankir kenamaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Presdir BII dan Dirut BNI. Sigit Pramono adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang angkatan 1983 dan menikahi Sri Rahayu Kusindini. Sigit Pramono Memperoleh Master of Business Administration bisnis Internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya, Jakarta pada tahun 1995 dan Sarjana Manajemen Perusahaan dari Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1983. Pendidikan lainnya yang pernah diikuti adalah Syndicated Loan di Singapura (1997), Leasing di Leasing School in Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat (1990) dan International Treasury Management Program di Singapura (1985).

www.sigitpramono.com

Oscar Motuloh

Vice Chairman of The Board of Supervisors

Kelahiran Surabaya, tanggal 17 Agustus 1959 dan bekerja sebagai fotografer Jurnalistik di Kantor Berita ANTARA sejak tahun 1990. Awal belajar fotografi secara otodidak, kemudian sempat belajar fotografi Jurnalistik di Hanoi, Vietnam (1991) dan Tokyo, Jepang (1993). Oscar juga menulis beberapa buku fotografi, diantaranya: "East Timor, A Photographic Record", "Marinir", "Pengawal Samudra", "The Land of Bulungan", "Samudera Air Mata" (Februari 2005 bersama 17 fotografer peliput Tsunami) dan "East Timor, The Long and Winding Road".

Hermanus Prihatna

Hermanus Prihatna

Chairman of The Board

Menjabat sebagai Kepala Divisi Pemberitaa Foto LKBN ANTARA sejak tahun 2010. Pengajar Fotografi di Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara (LPJA), dan Direktorat Program Diploma IPB (2000 - sekarang). Pernah menjadi Karyawan Badan Tenaga Atom (BATAN) Jakarta (1989-1990).
Membuat beberapa buku, salah satu yang terakhir adalah East Timor a Photographic Record of Indonesia's Youngest Province (Second Edition, 1993) dan East Timor a Photographic Record of Indonesia's Youngest Province (1992)

Andrew Linggar

Vice Chairman of the Board

Founder of sejarahfoto.com, a research on history of Indonesia photography.

  • Ketika saya memotret, orang-orang tidak melihat posisi saya sebagai direktur bank atau apa. Ada komunitas yang menilai kita sebagai manusia, bukan karena jabatan.

    Sigit Pramono

    Chairman of The Board of Supervisors
  • Hendaknya fotografer jangan terus berhenti berkarya, karena karya foto itu berusia pendek. Umurnya tidak lebih dari 1x24 jam. Karena itu, fotografer jangan puas dengan apa yang didapatkan.

    Oscar Motuloh

    Vice Chairman of The Board of Supervisors
  • Yang pasti foto saya harus semakin hari semakin bagus. Kita harus melihat ke belakang. Untuk merasa lebih bagus kita mundur. Kita harus makin hari makin matang, makin tahu situasi, makin lebih siap. Tidak tergantung peralatan lagi.

    Arbain Rambey

    Trustees